Terapkan Early Warning System, Cara Inspektorat Pandeglang Ditengah Keterbatasan Auditor

0
15

Pandeglang, BantenTribun.id –Inspektorat Kabupaten Pandeglang, saat ini kekurangan tenaga auditor, sehingga kinerja institusi pengawas internal Pemkab itu belum optimal. Kendati demikian pihak Inspektorat akan terus mengisi kekurangan tersebut dengan cara memolesnya.

Menurut Inspektur Inspektorat, Iis Iskandar, meski kekurangan SDM, namun saat ini Inspektorat terus berbenah untuk memperkuat sistem kelembagaan, sebagaimana yang diminta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Inspektorat juga mulai fokus untuk memberi pendampingan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami terus berusaha meningkatkan kuantitas karena idealnya auditor di Pandeglang ada 60 tetapi di kita saat ini baru 48 orang. Namun kekurangan tadi kami isi dengan auditor-auditor yang terus dipoles kompetensinya melalui diklat. Karena sekarang sudah bergeser, kami tidak lagi bangga dengan temuan. Malah kami cenderung pendampingan kepada OPD dan kecamatan hingga desa,” sebutnya, Jumat (27/10/2017).

Tahun 2018 lanjut Iskandar, pendampingan kepada seluruh OPD wajib berjalan sebagaimana amanat KPK. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan early warning system (Sistem Peringatan Dini) dengan memetakan resiko penyimpangan di OPD. Sekaligus menjadi konsultan bagi instansi pemerintah dengan pengelola anggaran besar, seperti DPUPR, DPKPP, Dinkes, dan Dindikbud.

“Untuk catatan KPK yang meminta penguatan, Inspektorat kami akan melakukan early warning system dengan memetakan resiko OPD mana yang paling besar. Pola-pola yang kami lakukan dengan melakukan pendampingan menjadi konsultan kepada OPD terkait,” tandasnya.(NG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here